|
Menu Close Menu

Sinergi di Panakkukang: Bukti Haji Badris Figur 'Problem Solver' bagi Pengembang Properti

Rabu, 16 September 2026 | 08.00 WIB

  



MAKASSAR — Di saat bursa pemilihan Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Sulawesi Selatan masih riuh dengan narasi konsolidasi dan janji-janji konseptual, sebuah manuver taktis dan membumi justru diperlihatkan oleh Haji Badris Salam.

Kandidat terkuat Ketua REI Sulsel ini memilih jalur eksekusi nyata. Ia menggelar pertemuan strategis dengan Kepala Kantor Pertanahan (BPN) Kabupaten Gowa, Aksara Alif Raja, S.E., S.H., M.Adm.SDA., QRMP., di sebuah kafe kawasan Panakkukang, Makassar.

Langkah ini bukan pencitraan instan. Kepala BPN Gowa, Alif Raja, membeberkan fakta bahwa relasinya dengan Badris Salam telah terjalin kokoh sejak lama, jauh sebelum dirinya menjabat sebagai pucuk pimpinan BPN di Butta Bersejarah tersebut. Pertemuan ini adalah bentuk kesinambungan komunikasi kelembagaan yang solutif bagi kelancaran investasi perumahan di daerah.

Urusan Lahan Bukan Retorika Kampanye

Bagi pengembang ( developer), legalitas tanah adalah denyut nadi bisnis. Badris menyadari betul bahwa keruwetan sertifikasi dan pertanahan adalah problem fundamental yang harus diselesaikan lewat koordinasi matang tingkat tinggi, bukan sekadar dijadikan barang dagangan politik saat kampanye Musda.

"Bagi kami, kolaborasi dengan BPN seperti yang terus kami jalankan bersama Bapak Alif Raja di Gowa adalah kerja harian yang substansial. Developer butuh kepastian hukum yang cepat, efisien, dan tanpa hambatan birokrasi yang berbelit-belit," tegas Badris Salam.

Di mata pria yang akrab disapa HBS ini, kepastian hukum adalah kunci utama agar roda ekonomi di sektor properti bisa berputar kencang tanpa dihantui sengketa di kemudian hari.

Ketua REI Harus Jadi 'Problem Solver'

Sebagai praktisi bisnis yang kenyang makan asam garam di lapangan, Badris memandang bahwa tantangan anggota REI hari ini sangat kompleks. Izin hanyalah satu dari sekian banyak rintangan.

Seorang Ketua REI ke depan, kata Badris, haruslah figur problem solver. Sosok yang tak hanya pandai berpidato, tetapi mampu mengintegrasikan kepastian legalitas pertanahan, mengamankan rantai pasok material, hingga menekan efisiensi biaya proyek secara menyeluruh.

"Anggota REI butuh pemimpin yang hadir dengan solusi bisnis yang nyata. Harus punya jejaring ekosistem yang mapan dan mampu mengeksekusi kebijakan yang meringankan beban operasional di lapangan," ujar bos Bumi Pundi Karsa Holding Company tersebut.

Pertemuan di Panakkukang ini menjadi pesan tersirat yang sangat kuat bagi para developer di Sulawesi Selatan: bahwa visi Badris Salam untuk membawa REI Sulsel lebih mandiri dan berdaya saing bukanlah angan-angan, melainkan kerja nyata yang sudah mulai dieksekusi hari ini.
Bagikan:

Komentar