Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia telah mencapai sejumlah tonggak dalam sektor pangan dan ekonomi, mulai dari penurunan harga pupuk, surplus beras, hingga peningkatan ekspor pangan ke sejumlah negara.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat meresmikan lima bendungan di Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7/2026).
Presiden mengatakan pemerintah untuk pertama kalinya berhasil menurunkan harga pupuk. Ia juga menyebut Indonesia telah mencapai surplus beras serta surplus jagung untuk kebutuhan pakan. “Untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia, kita bisa turunkan harga pupuk. Untuk pertama kali dalam berapa puluh tahun, kita sekarang sudah surplus beras,” kata Prabowo.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia yang dinilai turut bekerja keras mendukung upaya swasembada pangan. “Terima kasih TNI dan Polri atas sumbangan saudara-saudara. TNI dan Polri kerja keras untuk bantu kita swasembada,” ujarnya.
Selain sektor pangan, Presiden menyebut Indonesia kini memiliki dana kedaulatan sendiri bernama Danantara. Dana tersebut, menurutnya, menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat kekuatan ekonomi nasional. “Untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia juga kita sekarang punya dana kedaulatan kita sendiri, sovereign fund yang namanya Danantara,” katanya.
Prabowo menyebut Danantara Indonesia telah berkembang menjadi salah satu dana kedaulatan terbesar di dunia. Ia menilai pengelolaan dana tersebut perlu terus diperbaiki agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Presiden juga menyinggung upaya pemulihan sejumlah perusahaan strategis nasional. Ia menyatakan pemerintah melarang penjualan Garuda Indonesia dan mendorong perbaikan kinerja maskapai tersebut. “Garuda tadinya mau dijual, saya larang. Sekarang sudah mulai bangkit. Bulan depan sudah mulai untung dari sekian puluh tahun rugi,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Presiden meminta instansi terkait menjaga dan mengelola bendungan secara profesional. Ia menekankan air dari bendungan harus benar-benar dapat mengalir hingga ke lahan pertanian. “Jaga bendungan-bendungan ini dengan baik, kelola dengan profesional, rawat dengan baik. Pastikan bahwa air yang dibutuhkan petani sampai ke petani,” tegasnya.
Menurut Presiden Prabowo, petani merupakan produsen pangan yang memiliki peran penting bagi keberlangsungan negara. Karena itu, setiap rupiah uang rakyat harus dikelola dan dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat.
Prabowo optimistis Indonesia dapat menjadi lumbung pangan dunia. Ia menyebut Indonesia yang sebelumnya bergantung pada impor kini mulai mengekspor produk pangan ke sejumlah negara. “Kita sekarang sudah mulai ekspor pangan ke negara-negara lain. Kita sekarang diminta bantuan,” katanya.
Presiden menyebut sejumlah negara, termasuk Australia, Brasil, Filipina, dan India, meminta Indonesia menjual pupuk urea. Namun, ia tidak merinci jenis, volume, maupun waktu ekspor yang dimaksud.
Di akhir arahannya, Prabowo meminta para pemimpin daerah untuk menjalankan pemerintahan dengan arif dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. “Cintai rakyatmu, urus rakyatmu. Gunakan kebijakan-kebijakan yang akal sehat. Hindari niat jadi kaya di atas penderitaan rakyat kecil,” pesannya.
Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga persatuan, saling memaafkan, dan menjauhi tindakan yang merugikan masyarakat.
.jpeg)


Komentar