|
Menu Close Menu

Menpora Erick Kobarkan Semangat 432 Atlet Indonesia Jelang Asian Games 2026

Senin, 31 Agustus 2026 | 17.00 WIB

  



Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir meminta para atlet Indonesia memanfaatkan 21 hari terakhir menjelang Asian Games 2026 dengan fokus penuh untuk memberikan penampilan terbaik dan mengharumkan nama Merah Putih di Aichi-Nagoya, Jepang.

Pesan tersebut disampaikan Erick saat menghadiri Tim Indonesia Day: Menjaga Merah Putih bersama Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) Taufik Hidayat di Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (29/8/2026) malam. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan kontingen Indonesia menuju Asian Games 2026 yang berlangsung 19 September hingga 4 Oktober 2026.

Erick mengatakan, perjuangan para atlet menuju Asian Games tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga fokus, mental, disiplin, dan pengorbanan yang telah dibangun selama menjalani pemusatan latihan.

“Intinya saya mengingatkan mereka, yuk sama-sama kita jaga. Ini sebuah kesempatan buat kita semua, 21 hari ini nanti adalah saat mereka melakukan kompetisi. Saya harapkan mereka bisa fokus,” ujar Erick.

Menurut Erick, para atlet telah melewati perjalanan panjang untuk dapat memperkuat Indonesia. Sebagian di antaranya bahkan harus mengorbankan waktu bersama keluarga, pendidikan, masa muda, hingga menghadapi risiko cedera demi mengejar prestasi dan mengibarkan bendera Merah Putih di ajang internasional.

Karena itu, Erick meminta seluruh ekosistem olahraga nasional menjaga kekompakan, mulai dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia), Chef de Mission (CdM), hingga federasi cabang olahraga.

Terkait target prestasi, Erick menjelaskan pemerintah sebelumnya menginginkan Indonesia mempertahankan capaian tujuh medali emas seperti pada Asian Games sebelumnya. Namun, terdapat tiga nomor yang sebelumnya menjadi sumber medali emas Indonesia tetapi tidak dipertandingkan pada Asian Games 2026.

Dengan kondisi tersebut, target Indonesia disesuaikan menjadi empat medali emas.

“Sekarang jadi targetnya empat. Ya kita berusaha dan kita lihat nanti seperti apa pencapaiannya,” kata Erick.

Ia menegaskan target tersebut bukan dimaksudkan untuk memberikan tekanan berlebihan kepada atlet. Para atlet diminta tetap fokus pada proses dan memberikan kemampuan terbaik ketika bertanding.

Erick juga memastikan pemerintah menyiapkan bonus bagi atlet yang berhasil meraih medali. Selain itu, pemerintah akan memberikan pendampingan literasi finansial agar bonus yang diterima dapat dikelola secara baik untuk masa depan atlet.

“Saya rasa berjuang dahulu, baru kita bicara bonus. Karena olahraga itu tidak hanya sekadar bonus-bonus, tetapi bagaimana para atlet ini bisa juga berjuang dan pasti bonus ada,” tegasnya.

Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia untuk Asian Games 2026, Todotua Pasaribu, melaporkan sebanyak 432 atlet dari 35 cabang olahraga akan memperkuat Indonesia pada pesta olahraga terbesar di Asia tersebut.

Tim Indonesia Day menjadi momentum untuk mempertemukan para atlet dan ofisial sekaligus membangun semangat kebersamaan sebelum keberangkatan ke Jepang.

“Di bulan kemerdekaan ini kami juga ingin mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan dukungan kepada tim kontingen Indonesia. Kita harus memberikan dukungan yang luar biasa sebagai penyempurnaan dari perjalanan panjang persiapan mereka yang sudah dilakukan,” ujar Todotua.

Sebelumnya, Menpora Erick juga mengapresiasi persiapan CdM dan NOC Indonesia dalam memastikan kesiapan atlet, termasuk aspek pendanaan, pelayanan, dan kebutuhan para atlet serta ofisial selama mengikuti Asian Games.

Menurut Erick, pemusatan latihan nasional (Pelatnas) jangka panjang menjadi bagian dari transformasi pembinaan olahraga nasional. Program tersebut diarahkan untuk mempersiapkan atlet menghadapi berbagai ajang olahraga internasional, mulai dari SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade.

“Pelatnas untuk Asian Games sudah berjalan dengan baik. Setelah Asian Games sudah ada dimulai pendanaan untuk SEA Games dan tentu Olimpiade,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterbukaan dan kekompakan antarpemangku kepentingan menjadi modal penting untuk memastikan program pembinaan berjalan secara berkelanjutan.

Pada kesempatan tersebut, Erick bersama para atlet dan unsur pendukung Tim Indonesia juga mengikuti rangkaian kegiatan penyemangat kontingen. Menpora kemudian didaulat menyalakan Obor Satu Semangat Indonesia secara simbolis.

Sebelum bertolak ke Jepang, Tim Indonesia untuk Asian Games 2026 akan terlebih dahulu dikukuhkan dan dilepas oleh Presiden Republik Indonesia.

Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya menjadi momentum bagi Indonesia untuk menunjukkan hasil pembinaan olahraga sekaligus memperkuat semangat kebangsaan melalui prestasi di panggung olahraga Asia.

Semangat perjuangan atlet untuk mengharumkan nama Indonesia juga sejalan dengan semangat Asta Cita, khususnya penguatan kualitas sumber daya manusia serta pembangunan manusia yang sehat, unggul, dan berprestasi, serta memperkuat persatuan dan kebanggaan nasional.
Bagikan:

Komentar