|
Menu Close Menu

Kemenhut Perkuat Pengendalian Karhutla, Hotspot Nasional Turun 194 Titik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 17.00 WIB

  




Jakarta - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul dinamika hotspot yang masih terjadi di sejumlah wilayah. Berdasarkan data SiPongi Kemenhut hingga Senin (28/9/2026) pukul 21.00 WIB, terdeteksi 365 titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence), turun 194 titik dibandingkan 559 hotspot pada Minggu (27/9/2026).

Penurunan tersebut menunjukkan perkembangan positif secara nasional. Namun, kondisi di setiap wilayah masih berbeda sehingga pengendalian tetap difokuskan pada daerah yang mengalami peningkatan maupun memiliki aktivitas hotspot cukup tinggi.

Dari enam provinsi prioritas pengendalian karhutla, Sumatra Selatan mencatat hotspot high confidence tertinggi dengan 96 titik, meningkat dari 29 titik. Sementara itu, Kalimantan Tengah mencatat 37 titik, turun dari 134 titik.

Adapun Jambi mengalami peningkatan dari lima menjadi 25 titik, sedangkan Kalimantan Selatan turun dari 25 menjadi empat titik. Kalimantan Barat tidak mencatat hotspot high confidence, turun dari 11 titik pada hari sebelumnya. Kondisi serupa terjadi di Riau yang tetap nihil hotspot.

Secara keseluruhan, jumlah hotspot high confidence di enam provinsi prioritas turun dari 204 menjadi 162 titik. Penguatan operasi tetap diarahkan terutama ke wilayah yang mengalami peningkatan aktivitas hotspot, khususnya Sumatra Selatan dan Jambi, serta wilayah yang masih memerlukan penanganan intensif.

Kementerian Kehutanan mengingatkan bahwa hotspot tidak sama dengan jumlah kejadian kebakaran. Hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi melalui satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20. Satu kejadian kebakaran dapat terdeteksi sebagai beberapa hotspot sehingga seluruh indikasi tetap perlu diverifikasi melalui groundcheck atau pemeriksaan langsung di lapangan.

Operasi Darat dan Udara Diperkuat

Pengendalian karhutla dilakukan melalui operasi terpadu di darat dan udara. Pemerintah menyiagakan 61 unit armada udara, terdiri atas 17 unit untuk patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) serta 44 unit untuk water bombing.

Sebanyak 55 unit armada udara mendukung penanganan di enam provinsi prioritas, sedangkan enam unit water bombing lainnya ditempatkan untuk mendukung penanganan di wilayah terdampak lainnya.

Di lapangan, Manggala Agni Kemenhut bersama BNPB, TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, relawan, dunia usaha, dan para pihak terus melakukan patroli, groundcheck, pemadaman langsung, penyekatan penjalaran api, pembasahan, mopping up, serta pendinginan.

Perhatian khusus diberikan terhadap kawasan gambut. Api di lahan gambut dapat bertahan di bawah permukaan meskipun api di atas permukaan terlihat telah padam. Karena itu, pembasahan dan pendinginan perlu terus dilakukan hingga lokasi benar-benar dinyatakan aman.

Berdasarkan pantauan PM2.5 BMKG, sebagian besar wilayah Indonesia secara umum berada pada kategori kualitas udara baik hingga sedang. Namun, masih terdapat beberapa kantong wilayah dengan kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat yang perlu mendapat perhatian.

Kondisi kualitas udara tidak hanya dipengaruhi karhutla, tetapi juga faktor meteorologis dan dapat berubah dalam waktu relatif singkat. Masyarakat diminta mengikuti pembaruan informasi resmi BMKG dan pemerintah daerah.

Pantauan BMKG Aviation pada sejumlah bandara utama di provinsi prioritas pada malam 28 September menunjukkan jarak pandang yang bervariasi. Bandara Supadio Pontianak tercatat memiliki jarak pandang sekitar dua kilometer dengan kondisi berasap, sementara Pekanbaru sekitar delapan kilometer, Jambi tujuh kilometer, Palembang 10 kilometer atau lebih, dan Banjarmasin sekitar sembilan kilometer.

Kondisi tersebut terus dipantau untuk mendukung operasi pengendalian karhutla sekaligus menjaga keselamatan aktivitas masyarakat dan penerbangan.

Kementerian Kehutanan mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah yang mengalami penurunan kualitas udara, mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk dan menggunakan masker jika harus beraktivitas di luar. Perhatian khusus juga perlu diberikan kepada anak-anak, ibu hamil, lansia, serta masyarakat dengan gangguan pernapasan atau penyakit kronis.

Masyarakat dan pelaku usaha juga diingatkan untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Apabila menemukan asap, titik api, maupun aktivitas pembakaran, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Informasi karhutla dapat dilaporkan melalui Posko Karhutla Kementerian Kehutanan pada nomor telepon 021-5704618, WhatsApp +62 8131-00-35000, atau email posko.karhutla@kehutanan.go.id.
Bagikan:

Komentar