|
Menu Close Menu

Kasus ISPA di Kobar Masih Tinggi, Dinkes Perkuat Kewaspadaan

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09.00 WIB

  


 
Pangkalan Bun - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) seiring berlangsungnya musim kemarau dan meningkatnya aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kobar, Kalimantan Tengah (Kalteng), Rabu (7/10/2026).

Berdasarkan pemantauan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) hingga Minggu Epidemiologi (M) ke-38 2026, ISPA masih menjadi penyakit yang paling dominan dibandingkan Diare Akut, Pneumonia, dan Influenza Like Illness (ILI). Secara kumulatif, tercatat sekitar 15.076 kasus ISPA hingga M-38.

Perkembangan kasus menunjukkan peningkatan sejak M-29 dan mencapai puncak pada M-31. Kasus yang pada M-28 tercatat 335 kasus meningkat menjadi 457 kasus pada M-29, kemudian 468 kasus pada M-30 dan mencapai 566 kasus pada M-31.

Setelah mencapai puncak, kasus ISPA berfluktuasi. Pada M-35 tercatat 534 kasus, M-36 sebanyak 471 kasus, M-37 sebanyak 503 kasus, dan M-38 sebanyak 487 kasus. Angka tersebut turun sekitar 3,2 persen dibandingkan minggu sebelumnya, tetapi masih 45,4 persen lebih tinggi dibandingkan M-28.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Dinkes Kobar untuk terus memperkuat pemantauan kasus dan meningkatkan kewaspadaan masyarakat, terutama selama musim kemarau dan kondisi karhutla.

Peningkatan kasus pada M-29 hingga M-31 secara waktu bertepatan dengan meningkatnya aktivitas karhutla di Kobar. Paparan asap dan partikulat akibat kebakaran menjadi salah satu faktor lingkungan yang berpotensi memengaruhi kesehatan saluran pernapasan.

Namun, Dinkes Kobar menegaskan bahwa pola peningkatan kasus pada grafik belum dapat digunakan untuk menyimpulkan hubungan sebab-akibat secara langsung. Perkembangan kasus juga dapat dipengaruhi berbagai faktor lain, seperti kualitas udara, cuaca, infeksi saluran pernapasan, mobilitas masyarakat, aktivitas penduduk, serta perilaku dalam mengakses pelayanan kesehatan.

Kepala Dinkes Kobar, Hardino, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kualitas udara selama musim kemarau dan karhutla.

“Kami mengimbau masyarakat untuk mengurangi paparan asap, terutama ketika kualitas udara menurun. Batasi aktivitas di luar rumah apabila kondisi udara tidak sehat dan gunakan masker ketika harus beraktivitas di luar,” ujar Hardino.

Ia juga meminta masyarakat segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala gangguan pernapasan yang menetap atau semakin berat.

“Apabila mengalami batuk, sesak napas, napas berbunyi, demam atau keluhan pernapasan lainnya yang menetap atau semakin berat, segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil dan masyarakat dengan penyakit tertentu perlu mendapatkan perhatian lebih,” tambahnya.

Selain mengurangi paparan asap, masyarakat diimbau menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), mencukupi kebutuhan cairan, serta memperhatikan kondisi kualitas udara selama musim kemarau.

“Masyarakat juga kami harapkan tidak melakukan pembakaran yang dapat memperburuk kualitas udara dan menambah paparan asap. Mari bersama-sama menjaga lingkungan dan kesehatan keluarga,” pesannya.

Dinkes Kobar terus memantau perkembangan kasus melalui surveilans penyakit di fasilitas pelayanan kesehatan. Data M-35 hingga M-38 menunjukkan kasus ISPA masih berada pada tingkat relatif tinggi dan belum memperlihatkan pola penurunan yang konsisten.

Sementara itu, perkembangan kasus Diare Akut menunjukkan pola berbeda. Setelah mencapai 183 kasus pada M-30, jumlah kasus cenderung menurun dan pada M-38 tercatat 86 kasus atau turun sekitar 25,9 persen dibandingkan M-37.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau tetap waspada tanpa panik. Mengurangi paparan asap, menggunakan masker saat diperlukan, menerapkan PHBS, serta segera mengakses pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan selama musim kemarau dan kondisi karhutla.
Bagikan:

Komentar