|
Menu Close Menu

Instruksi Khusus Menteri Ara di HUT REI: Haji Badris Diminta Genjot 3.000 Rumah Subsidi di Sulawesi

Jumat, 08 Mei 2026 | 16.00 WIB

  


BANDAR LAMPUNG – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Real Estate Indonesia (REI) di Bandar Lampung bukan sekadar ajang kumpul-kumpul pengusaha properti. Momen ini menjadi panggung strategis bagi pemerintah pusat untuk menekan angka kekurangan pasokan rumah (backlog) di kawasan Indonesia Timur.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, secara khusus memberikan instruksi langsung kepada Presiden Direktur PT Bumi Pundi Karsa Holding Company, H. Badris Salam, untuk tancap gas menggenjot produksi rumah subsidi di Sulawesi.

Pesan bernada instruksi sekaligus apresiasi itu disampaikan oleh menteri yang akrab disapa Bung Ara tersebut di sela-sela kemeriahan Gathering HUT REI di Graha Wangsa, Kota Bandar Lampung, pada Kamis (7/5/2026) malam.

Alasan Ara Memilih Bumi Pundi Karsa
Permintaan khusus Bung Ara kepada Haji Badris bukanlah tanpa dasar. Sang Menteri diketahui telah memantau langsung rekam jejak Bumi Pundi Karsa, termasuk melakukan peninjauan ke salah satu megaproyek perumahan milik Haji Badris di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Kepercayaan ini mengakar pada status Bumi Pundi Karsa yang kini bertengger sebagai pengembang rumah subsidi terbesar kedua di level nasional. Meski mendesak percepatan kuantitas, Menteri Ara memberikan garis bawah yang tegas: kualitas bangunan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) tidak boleh dikorbankan.

"Pembangunan harus masif, tetapi ekuilibrium antara kuantitas dan kualitas hunian harus tetap dijaga ketat," demikian benang merah dari arahan sang Menteri kepada delegasi Sulawesi Selatan.

Jawaban Lugas Haji Badris: Siap Bangun 3.000 Unit
Merespons "tantangan" dari pemerintah pusat, Haji Badris Salam tak gentar. Didampingi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD REI Sulsel, Sudarman, dan Sekretaris Umum Khoiruman, tokoh senior properti Sulawesi Selatan ini menegaskan komitmen perusahaannya untuk berada di garda terdepan program sejuta rumah.

"Insya Allah, untuk tahun 2026 ini kami sudah siap dan menargetkan pembangunan kurang lebih 3.000 unit rumah subsidi," jawab Haji Badris mantap.

Lebih jauh, Haji Badris membeberkan cetak biru ekspansi perusahaannya. Pembangunan 3.000 unit hunian MBR tersebut tidak akan bertumpu di satu titik, melainkan disebar secara masif ke berbagai wilayah strategis di Sulawesi Selatan, yang meliputi:

- Kota Makassar

- Kabupaten Maros

- Kabupaten Bone

- Kabupaten Kepulauan Selayar

- Kabupaten Sinjai

- Kabupaten Bulukumba, serta beberapa wilayah potensial lainnya.

Sinergi Daerah dan Pusat demi Kelancaran FLPP
Manuver agresif Bumi Pundi Karsa ini dinilai sangat krusial bagi Kementerian PKP dalam merealisasikan target pemenuhan hunian layak secara nasional.

Pertemuan tingkat tinggi antara Menteri Ara dan para dedengkot REI Sulsel di Bandar Lampung ini sekaligus menjadi momentum konsolidasi. Sinergi ini diharapkan mampu melahirkan regulasi yang lebih cair, khususnya terkait percepatan penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) agar masyarakat kelas bawah dapat segera memiliki rumah impian mereka tanpa tersandung birokrasi berbelit.
Bagikan:

Komentar