JAKARTA – Musim pergerakan massa terbesar tahunan, mudik Lebaran 2026, mencatatkan rapor hijau dari sisi keselamatan. Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) panen apresiasi setelah sukses menekan angka kecelakaan lalu lintas secara signifikan selama periode arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.
Anggota Komisi III DPR RI, Nasyirul Falah Amru, menilai pencapaian positif ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan buah dari manajemen rekayasa lalu lintas yang matang dan kerja keras aparat di lapangan.
Pria yang akrab disapa Gus Falah ini menyoroti bagaimana Polri mengeksekusi langkah-langkah preventif, mulai dari peningkatan pengawasan di titik blank spot, hingga pengaturan arus yang dinamis.
"Penurunan angka kecelakaan ini adalah bukti empiris. Ini menunjukkan adanya peningkatan kinerja dan keseriusan Polri dalam memberikan garansi rasa aman kepada masyarakat selama momentum mudik Lebaran," ujar Gus Falah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (26/3/2026).
Apresiasi dari Senayan ini berbanding lurus dengan data di lapangan. Berdasarkan rekapitulasi PT Jasa Raharja selama periode siaga angkutan Lebaran 2026, tren keselamatan transportasi darat menunjukkan grafik yang menggembirakan.
Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan tercatat menurun drastis hingga 28 persen jika dikomparasi dengan tahun sebelumnya.
- Tahun 2025: Tercatat 318 korban jiwa.
- Tahun 2026: Menurun menjadi 228 korban jiwa.
Artinya, ada sekitar 90 nyawa pemudik yang berhasil diselamatkan berkat intervensi kebijakan lalu lintas dan sinergi antarinstansi yang efektif.
Meski memberikan standing ovation kepada jajaran Korps Bhayangkara, politisi PDI Perjuangan ini memberikan catatan kritis. Gus Falah mewanti-wanti agar capaian manis di tahun 2026 ini tidak membuat Polri cepat puas diri, apalagi mengendurkan standar operasional di masa mendatang.
Polri didorong untuk terus melahirkan inovasi berbasis teknologi dalam memantau dan memitigasi risiko kecelakaan di jalur-jalur rawan.
"Keselamatan masyarakat harus selalu menjadi panglima, prioritas utama. Satu nyawa pun sangat berharga dan harus dilindungi oleh negara. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk terus menekan angka fatalitas hingga titik terendah," tegasnya memungkasi.
Keberhasilan kolaboratif tahun ini diharapkan menjadi cetak biru (blueprint) standar pengamanan transportasi dan lalu lintas di Indonesia untuk perayaan hari besar keagamaan di masa-masa mendatang.



Komentar