|
Menu Close Menu

Mahasiswa Berdampak Bangun Sanitasi Air Bersih Pascabencana di Tanah Datar

Kamis, 26 Februari 2026 | 11.00 WIB

  


Jakarta – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memperkuat pemulihan pascabencana di Sumatra Barat melalui program Mahasiswa Berdampak. Salah satu intervensi konkret diwujudkan dalam pembangunan instalasi sanitasi air bersih di Nagari Guguak Malalo, Kabupaten Tanah Datar.


Kelompok mahasiswa dari Universitas Prima Nusantara Bukittinggi memasang fasilitas sanitasi di lima titik terdampak, yakni dua titik di Jorong Duo Koto, dua titik di Jorong Guguak, dan satu titik di Jorong Barang. Program ini menjawab kebutuhan mendesak warga yang sebelumnya kesulitan memperoleh air bersih akibat kondisi air keruh pascabencana.


Kepala Jorong Duo Koto, Jonius, menyampaikan bahwa sebelum program berjalan, masyarakat mengalami keterbatasan akses air layak konsumsi. “Kehadiran mahasiswa dengan membuat sanitasi air bersih ini sangat membantu masyarakat. Kami berharap program ini berlanjut pada tahun-tahun mendatang,” ujar Jonius, dalam keterangan tertulis yang diterima InfoPublik, Selasa (24/2/2026).


Ketua Tim Dosen Pengusul PKM Mahasiswa Berdampak Universitas Prima Nusantara, Mellia Fransiska, menjelaskan bahwa program tidak berhenti pada pembangunan fisik. Tim juga memberikan pelatihan manajemen sanitasi air bersih guna membentuk kemandirian warga dalam pengelolaan dan pemeliharaan fasilitas.


Selain itu, dosen dan mahasiswa menyusun modul manajemen sanitasi lengkap dengan prosedur operasional standar (SOP) perawatan serta mekanisme pengawasan kualitas air. Langkah ini dirancang agar sistem dapat berfungsi berkelanjutan dan tidak bergantung sepenuhnya pada pendampingan eksternal.


Pendekatan tersebut sejalan dengan kebijakan Diktisaintek Berdampak yang menekankan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam menjawab persoalan masyarakat berbasis sains dan teknologi tepat guna.


Wali Nagari Guguak Malalo, Mulyadi, mengungkapkan sedikitnya tiga perguruan tinggi terlibat dalam pemulihan wilayahnya. Selain Universitas Prima Nusantara, terdapat Universitas Negeri Padang dan Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia.


Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia berkontribusi dalam rehabilitasi lahan pertanian dan perkebunan masyarakat, sementara Universitas Negeri Padang memberikan dukungan psikososial, khususnya bagi anak-anak terdampak.


Sinergi lintas kampus ini dinilai mempercepat proses pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan nagari menghadapi risiko bencana di masa mendatang.


Melalui program Mahasiswa Berdampak, Kemdiktisaintek menegaskan peran strategis pendidikan tinggi tidak hanya sebagai pusat pembelajaran, tetapi juga motor pemberdayaan dan solusi konkret bagi masyarakat Sumatra Barat yang terdampak bencana.

Bagikan:

Komentar