Jakarta - Relawan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) terus memberikan pelayanan kesehatan sekaligus melakukan pemetaan risiko penyakit di lokasi pengungsian terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang khususnya di Desa Sukajadi.
Salah satu relawan medis dr. Muhammad Fahriza dari RSUD Sungai Daerah, Kabupaten Dharmasraya, Sumatra Barat, seperti yang dikutip InfoPublik, Sabtu (10/1/2026) menyampaikan pelayanan kesehatan di posko tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga upaya mitigasi penyakit pascabencana.
Pada hari pertama pelayanan, tim relawan menemukan sejumlah penyakit yang cukup dominan di lokasi pengungsian, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), hipertensi, dan diare.
Temuan tersebut menjadi dasar bagi tim untuk melakukan penelusuran lebih lanjut terkait faktor risiko, terutama yang berkaitan dengan sanitasi dan pola konsumsi masyarakat. “Saat ini kami melakukan pelayanan kesehatan di posko sekaligus melakukan mapping penyakit yang banyak ditemui. Ke depan, data ini akan kami telusuri lebih lanjut, apakah berkaitan dengan makanan, sanitasi, atau faktor lingkungan lainnya,” ujar dr. Fahriza.
Lanjutnya, setelah melakukan pencatatan data awal, tim akan turun langsung ke tenda-tenda pengungsian untuk mengidentifikasi akar permasalahan kesehatan yang ada, sehingga intervensi yang diberikan dapat lebih tepat sasaran.
Dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan, tim relawan terlebih dahulu mengumumkan kepada masyarakat terkait keberadaan pos kesehatan, melakukan pendaftaran, pemeriksaan tanda-tanda vital, hingga pemberian pelayanan medis.
Adapun, dr. Fahriza mengatakan apabila ditemukan kasus yang membutuhkan penanganan lanjutan, pasien akan dirujuk sesuai kondisi. “Jika ada kasus yang memerlukan rujukan, kami akan koordinasikan dengan puskesmas atau langsung ke rumah sakit, tergantung kondisi mana yang paling menguntungkan dan aman bagi pasien,” jelas dr. Fahriza.
Hingga saat ini, belum ditemukan lonjakan signifikan penyakit menular di lokasi pengungsian. Meski demikian, ISPA masih menjadi kasus yang paling banyak dijumpai dan terus dimitigasi agar tidak berkembang menjadi kejadian luar biasa.
Selain aspek fisik, tim relawan juga memperhatikan kondisi kesehatan mental masyarakat terdampak bencana. Selain itu, tim relawan juga melakukan pemetaan sanitasi lingkungan sebagai bagian dari upaya mitigasi penyakit pascabencana. "Masih terdapat keterbatasan fasilitas dan peralatan kesehatan di lapangan seperti ketersediaan obat-obatanterutama obat kronik, serta alat kesehatan dan fasilitas pemeriksaan laboratorium sederhana masih sangat terbatas. Jika fasilitas ini dapat dilengkapi, pelayanan kesehatan tentu akan lebih efektif,” katanya.
Tim TCK yang bertugas di Desa Sukajadi, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, terdiri dari satu orang dokter, dua perawat, satu tenaga kesehatan lingkungan, dan satu apoteker.
Tim terus berupaya memberikan pelayanan terbaik sekaligus melakukan langkah-langkah pencegahan agar tidak terjadi peningkatan kasus penyakit di wilayah pengungsian.



Komentar