|
Menu Close Menu

Presiden Ingatkan Atlet SEA Games Kelola Bonus Bijak, Bagian dari Strategi Bangun SDM Unggul

Sabtu, 10 Januari 2026 | 16.09 WIB

 



Jakarta — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa bonus yang diberikan kepada atlet dan pelatih berprestasi SEA Games ke-33 Tahun 2025 Thailand harus dimanfaatkan secara bijak dan berorientasi masa depan. Kebijakan penghargaan ini menjadi bagian dari strategi negara dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul, sejalan dengan Asta-Cita pembangunan nasional.


Pesan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat penyerahan simbolis bonus atlet dan pelatih SEA Games 2025 di Istana Negara. Pemerintah menggelontorkan total anggaran sebesar Rp465,25 miliar, tertinggi sepanjang sejarah keikutsertaan Indonesia di SEA Games.


“Penghargaan berupa uang ini maksudnya adalah untuk menjadi tabunganmu di masa-masa yang akan datang,” ujar Presiden Prabowo dalam arahannya kepada para atlet dan pelatih sebagian siaran persnya yang diterima InfoPublik, Jumat (9/1/2026). 


Presiden menekankan bahwa sebagian besar atlet Indonesia masih berusia muda, sehingga bonus tersebut harus dimaknai sebagai modal kehidupan dan perlindungan masa depan, bukan untuk konsumsi sesaat. Ia mengingatkan agar bonus tidak digunakan untuk hal-hal yang tidak produktif.


“Jangan dipakai untuk yang tidak positif. Gunakan untuk berbuat baik, tabung untuk orang tuamu, untuk dirimu,” tegas Presiden.


Dalam kesempatan itu, Presiden juga mencontohkan atlet angkat besi Rizki Juniansyah, yang dinilai dapat memanfaatkan bonus sebagai bekal membangun rumah tangga dan kehidupan ke depan. Pesan tersebut ditujukan kepada seluruh atlet agar memandang bonus sebagai amanah negara.


Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menegaskan bahwa kebijakan bonus ini merupakan bentuk nyata keberpihakan Presiden Prabowo terhadap masa depan atlet dan pelatih. Menpora menyebut, Presiden bahkan meminta agar skema dana pensiun atlet dan pelatih segera dipersiapkan sebagai bagian dari sistem perlindungan jangka panjang.


“Ini bukan hanya soal bonus. Bapak Presiden ingin memastikan masa depan atlet terjamin. Karena itu, bonus ini adalah amanah yang harus dijaga,” ujar Menpora Erick.


Ia menjelaskan, Kemenpora juga telah memberikan pembekalan literasi keuangan kepada atlet dan pelatih agar mampu mengelola penghargaan negara secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.


“Kami harapkan bonus ini tidak dihambur-hamburkan. Utamakan masa depan. Literasi keuangan menjadi bagian penting dari pembinaan atlet nasional,” tandasnya.


Kebijakan penghargaan atlet ini selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya agenda pembangunan manusia Indonesia yang unggul, sehat, produktif, dan berdaya saing global. Pemerintah menempatkan olahraga sebagai instrumen strategis pembangunan karakter, disiplin, serta ketahanan sosial-ekonomi generasi muda.


Dengan pendekatan tersebut, prestasi olahraga tidak hanya dipandang sebagai capaian medali, tetapi juga sebagai investasi negara dalam membangun manusia Indonesia seutuhnya, yang berkontribusi bagi kemajuan bangsa di masa depan.

Bagikan:

Komentar