|
Menu Close Menu

Pemerintah Hadir Pulihkan Tambak Terdampak Banjir, Petani Ingin Kembali Berproduksi

Minggu, 11 Januari 2026 | 13.00 WIB

  


 Banda Aceh - Petani tambak di Bireuen, Provinsi Aceh, Aliyudin berdiri di tepi tambak yang kini tak lagi seproduktif dulu, karena tambaknya terdampak bencana banjir.


Air yang membawa lumpur menggenang di petak-petak kolam seolah menyimpan harapan yang belum sepenuhnya terwujud. Sebagai salah satu petani tambak di wilayah itu, ia merasakan langsung dampak dari kondisi lahan yang rusak akibat bencana banjir.


Namun di tengah keterbatasan, bantuan dari Pemerintah menjadi secercah harapan baru baginya dan para petani lainnya.


Saat berbincang dengan Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan, di Bireuen, Aceh, Jumat (9/1/2026), dengan nada penuh syukur, Aliyudin menyampaikan apresiasinya atas perhatian yang telah diberikan.


Bantuan pemerintah, menurutnya, sangat berarti untuk menopang kehidupan para petani tambak yang bergantung pada hasil panen. Meski demikian, ia berharap dukungan itu tidak berhenti sampai di situ. “Saya ucapan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan oleh Pemerintah. Kami juga berharap agar tambak kami bisa segera diperbaiki agar bisa kembali berproduksi,” ujar Aliyudin.


Ia dan warga lainnya menantikan langkah lanjutan berupa revitalisasi tambak yang rusak. Bagi Aliyudin, perbaikan lahan bukan sekadar soal infrastruktur, tetapi tentang menghidupkan kembali sumber penghidupan yang sempat terhenti. Harapan itu terus ia gantungkan, agar tambak-tambak milik warga dapat kembali berproduksi dan roda ekonomi desa kembali berputar.


Pada hari yang sama, Zulkifli Hasan bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono meninjau lokasi budidaya ikan air payau terdampak banjir di Aceh.


Kunjungan dilakukan di Desa Alue Bayeu Utang, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen seluas 4.945,64 hektare, serta Desa Lancok, Kecamatan Syamtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara.


Total luasan tambak udang dan bandeng yang terdampak banjir di kedua wilayah tersebut mencapai 10.660,78 hektare.


Menko Pangan melihat langsung kondisi tambak milik warga yang mengalami kerusakan berat akibat tanggul jebol, timbunan lumpur, dan penurunan kualitas air, sehingga aktivitas budidaya terhenti dan hasil panen warga hilang.


Dalam dialog dengan perwakilan pembudidaya ikan, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa budidaya perikanan memiliki peran penting dalam ketahanan pangan nasional dan pemulihan pascabanjir menjadi prioritas pemerintah.


Dalam kesempatan yang sama Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan memberikan bantuan uang tunai sebesar 100 juta rupiah untuk perwakilan pembudidaya ikan yang tekena dampak bencana banjir.


Pemerintah saat ini tengah mengkaji berbagai bentuk bantuan, mulai dari perbaikan infrastruktur tambak, penyediaan sarana produksi, hingga dukungan benih dan pakan untuk mendorong masyarakat pesisir kembali berdaya.

Bagikan:

Komentar