|
Menu Close Menu

Pemerintah Aceh Apresiasi Bantuan Presiden untuk Tradisi Meugang

Senin, 12 Januari 2026 | 13.51 WIB

 


Banda Aceh - Pemerintah Aceh menyambut baik dan menyampaikan apresiasi atas rencana Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, memberikan bantuan khusus berupa sapi atau daging sapi guna mendukung pelaksanaan tradisi Meugang menjelang bulan suci Ramadan di Aceh.


Rencana tersebut disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian saat memimpin rapat koordinasi Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana DPR bersama Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Banda Aceh, Sabtu (10/1/2026).


Pemerintah Aceh menilai kebijakan ini sebagai bentuk perhatian nyata pemerintah pusat terhadap kondisi sosial, budaya, dan psikologis masyarakat Aceh, khususnya pascabencana.


Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) sebelumnya telah menyampaikan langsung kepada Presiden Prabowo mengenai pentingnya tradisi Meugang bagi masyarakat Aceh, terutama menjelang Ramadan. Tradisi ini tidak hanya bermakna ritual budaya, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.


Mendagri Tito Karnavian menjelaskan bahwa selain fokus pada rehabilitasi infrastruktur, rumah ibadah, dan permukiman warga terdampak bencana, pemerintah pusat juga memberi perhatian pada aspek sosial dan kearifan lokal. Dukungan terhadap tradisi Meugang dinilai sejalan dengan semangat pemulihan sosial masyarakat Aceh.


Pemerintah Aceh melalui Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir Syamaun, menilai langkah Presiden Prabowo sebagai bentuk empati serta kepedulian terhadap masyarakat Aceh. "Khususnya warga yang terdampak bencana, agar tetap dapat menjalankan tradisi Meugang dengan penuh makna," ungkap Nasir.


Tradisi Meugang sendiri merupakan warisan budaya masyarakat Aceh yang dilaksanakan menjelang Ramadan dengan memasak dan menyantap daging bersama keluarga serta warga sekitar. Tradisi ini telah lama menjadi perekat sosial dan cerminan nilai gotong royong serta rasa syukur masyarakat Aceh.  "Pemerintah Aceh berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah terus terjalin kuat, tidak hanya dalam pemulihan fisik pascabencana, tetapi juga dalam menjaga dan memperkuat nilai-nilai budaya serta sosial masyarakat Aceh," harap Nasir.

Bagikan:

Komentar