SLEMAN – Mimpi buruk kemacetan di "Segitiga Emas" Joglosemar (Jogja-Solo-Semarang) saat musim mudik tampaknya akan segera terurai. Pemerintah memberikan sinyal kuat bahwa dua ruas tol krusial di Jawa Tengah dan Yogyakarta siap beroperasi secara fungsional untuk menyambut arus mudik Lebaran 2026.
Jumat (23/1/2026), rombongan pejabat tinggi transportasi turun gunung. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, bersama Dirut Jasa Marga, Kakorlantas Polri, dan Dirut Jasa Raharja meninjau langsung progres di lapangan.
Hasilnya? Ada kabar melegakan bagi Anda yang berencana pulang kampung ke arah Magelang, Klaten, hingga Yogyakarta.
Dua Ruas "Penyelamat" Mudik 2026
Berdasarkan tinjauan di lapangan, dua seksi tol ini menjadi fokus utama pemerintah untuk memecah kepadatan jalur arteri:
Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 6 (Bawen–Ambarawa): Progres konstruksi telah menembus angka 90%. Ruas ini digadang-gadang menjadi solusi bagi pemudik yang ingin menghindari kemacetan parah di jalur utama Semarang-Magelang.
Tol Solo–Yogyakarta (Ruas Prambanan–Purwomartani): Progres lebih fantastis mencapai 95%. Ruas sepanjang kurang lebih 20 kilometer ini akan memanjangkan napas pemudik, memungkinkan mereka melaju dari Kartasura hingga Kalasan tanpa hambatan lampu merah.
"Secara historis, Jawa Tengah dan Yogyakarta menjadi tujuan favorit masyarakat. Tol fungsional ini sangat membantu karena beban arus di Tol Solo–Semarang sudah sangat padat," ungkap Dirjen Aan Suhanan di sela peninjauan.
Syarat Mutlak: Safety First!
Meskipun statusnya "Fungsional" (biasanya gratis atau tarif diskon), Kemenhub tidak main-main soal keselamatan. Aan Suhanan menegaskan prinsip "No Safety, No Open".
Jalan tol tidak akan dibuka paksa jika rambu lalu lintas, penerangan jalan umum (PJU), dan marka jalan belum memenuhi standar minimal keselamatan. "Kelancaran penting, tetapi keselamatan adalah yang utama," tegas Aan, mengingatkan risiko fatalitas kecelakaan di jalan tol baru yang cenderung lurus dan memicu pengemudi ngebut.
Skenario Anti-Macet di Gerbang Keluar
Mengantisipasi bottleneck (leher botol) di pintu keluar tol fungsional, Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho menyatakan pihaknya telah menyiapkan skenario rekayasa lalu lintas taktis.
Fokus utama adalah di titik keluar Purwomartani dan Ambarawa. Polisi akan mengatur flow kendaraan agar euforia tol baru ini tidak justru memindahkan titik macet dari jalan arteri ke gerbang tol.
Analisis: Mengurai Benang Kusut Jawa Tengah
Direktur Utama PT Jasa Marga, Rivan Achmad Purwanto, optimistis target fungsional ini tercapai. Kehadiran ruas Bawen-Ambarawa dan Prambanan-Purwomartani bukan sekadar tambahan aspal, melainkan game changer bagi manajemen lalu lintas mudik di Jawa Tengah.
Selama ini, pemudik dari arah Semarang menuju Jogja harus bertarung di jalan sempit Ambarawa-Magelang. Sementara dari arah Solo, kemacetan di Delanggu hingga Prambanan adalah menu wajib tahunan. Dengan beroperasinya dua ruas ini, beban jalan nasional diprediksi akan berkurang signifikan.
Sinergi Lintas Sektor: Dukungan penuh juga datang dari Jasa Raharja yang siap memitigasi risiko kecelakaan. Kolaborasi Kemenhub, Polri, dan Operator Tol ini diharapkan membuat Mudik 2026 menjadi perjalanan yang tidak hanya cepat, tapi juga selamat.



Komentar