|
Menu Close Menu

Dua Jembatan Bailey Rampung, Akses Menuju Aceh Tengah Kembali Terhubung

Minggu, 11 Januari 2026 | 10.00 WIB

 


 Banda Aceh - Pemulihan akses antarwilayah di Aceh pascabencana banjir dan longsor pada akhir November 2025 terus menunjukkan perkembangan positif. Dua jembatan vital penghubung menuju Aceh Tengah, yakni Jembatan Bailey Krueng Beutong di Kabupaten Nagan Raya dan Jembatan Bailey Umah Besi di Kabupaten Bener Meriah, telah rampung dibangun dan mulai difungsikan.


Juru Bicara Pos Komando Penanganan Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin, mengatakan rampungnya pembangunan dua jembatan bailey tersebut menjadi langkah strategis dalam mempercepat pemulihan pascabencana, khususnya dalam membuka kembali konektivitas antarwilayah. “Konektivitas yang kembali terbuka sangat membantu mobilitas masyarakat dan distribusi logistik, sekaligus mempercepat pemulihan aktivitas ekonomi serta pelayanan publik,” kata Murthalamuddin, Jumat (9/1/2026).


Di Kabupaten Nagan Raya, Jembatan Bailey Krueng Beutong sepanjang 30 meter dengan kapasitas beban hingga 20 ton telah terpasang menggantikan jembatan jalur utama Nagan Raya–Aceh Tengah yang rusak akibat banjir bandang.


Jembatan tersebut telah diresmikan sehari sebelumnya dan dilanjutkan dengan pemasangan aksesoris komponen serta uji beban sebelum dibuka secara bertahap untuk kendaraan umum.


Sementara itu, Jembatan Bailey Umah Besi yang berada di Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, mulai difungsikan hari ini. Keberadaan jembatan tersebut kembali menghubungkan jalur Bireuen–Bener Meriah hingga Aceh Tengah yang sebelumnya terputus akibat bencana.


Rampung dan berfungsinya dua jembatan bailey tersebut diharapkan mampu mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mendukung kembali aktivitas sosial dan pelayanan publik di wilayah Aceh bagian tengah.


Murthalamuddin menambahkan, pembangunan kedua jembatan bailey tersebut merupakan hasil kolaborasi Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh bersama personel TNI Zeni Angkatan Darat.  “Kerja sama yang solid dan semangat gotong royong harus terus dijaga, karena melalui kebersamaan berbagai tantangan dapat dihadapi dengan lebih cepat dan efektif,” ujar dia. 

Bagikan:

Komentar